Peterseli & Seledri — Si Hijau yang Kaya Manfaat

Peterseli (Parsley)

Peterseli atau yang dalam bahasa inggris disebut parsley merupakan spesies Petroselinum dalam keluarga Apiaceae, berasal dari wilayah Mediterania pusat (Italia selatan, Aljazair dan Tunisia), dinaturalisasi di tempat lain di Eropa, dan banyak dibudidayakan sebagai ramuan, rempah-rempah dan sayuran.

Peterseli mempunyai daun yang berwarna hijau cerah dan tanaman ini dapat tumbuh di daerah beriklim subtropis maupun tropis. Sebagai tanaman Biennial (tanaman berbunga yang membutuhkan waktu dua tahun untuk menyelesaikan siklus hidup biologisnya), ketika tumbuh pada tahun pertama, tanaman ini berbentuk roset (susunan daun yang melingkar dan rapat berimpitan) dari 3 pinnate daun yang mempunyai panjang 10-25 cm dengan berbagai selebaran daun 1-3 cm, dan akar tunggangnya digunakan sebagai cadangan makanan di musim dingin.

Klasifikasi :
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Apiales
Famili : Apiaceae
Genus : Petroselinum
Spesies : Petroselinum crispum var. crispum (P. Mill.)

Kandungan gizi peterseli :
Nilai nutrisi per 100 g (3.5 ons)
- Energi 151 kJ (36 kcal)
- Karbohidrat 6.3 g
- Gula 0.9 g
- Serat 3.3 g
- Lemak 0.8 g
- Protein 3.0 g
- Thiamine (vit. B1) 0.1 mg (9%)
- Riboflavin (vit. B2) 0.2 mg (17%)
- Niacin (vit. B3) 1.3 mg (9%)
- Pantothenic acid (B5) 0.4 mg (8%)
- Vitamin B6 0.1 mg (8%)
- Folate (vit. B9) 152 μg (38%)
- Vitamin C 133.0 mg (160%)
- Vitamin K 1640.0 μg (1562%)
- Kalsium 138.0 mg (14%)
- Besi 6.2 mg (48%)
- Magnesium 50.0 mg (14%)
- Phosphorus 58.0 mg (8%)
- Potassium 554 mg (12%)
- Zinc 1.1 mg (12%)

 

Seledri (Celery)

Seledri adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Beberapa negara termasuk Jepang, Cina dan Korea mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan.

Seledri dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi. Tumbuhan seledri dikatageorikan sebagai sayuran, perkebunan seledri di Indonesia terdapat di Brastagi, Sumatera Utara dan di Jawa Barat tersebar di Pacet, Pangalengan dan Cipanas yang berhawa sejuk.

Ada tiga kelompok seledri yang dibudidayakan:

  • Seledri daun atau seledri iris (A. graveolens Kelompok secalinum) yang biasa diambil daunnya dan banyak dipakai di masakan Indonesia.
  • Seledri tangkai (A. graveolens Kelompok dulce) yang tangkai daunnya membesar dan beraroma segar, biasanya dipakai sebagai komponen salad.
  • Seledri umbi (A. graveolens Kelompok rapaceum), yang membentuk umbi di permukaan tanah; biasanya digunakan dalam sup, dibuat semur, atau schnitzel. Umbi ini kaya provitamin A dan K.

Klasifikasi :
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Apiales
Famili : Apiaceae
Genus : Apium
Spesies : Apium graveolens L.

Kandungan gizi seledri :
Nilai nutrisi per 100 g (3,5 ons)
- kalori sebanyak 20 kalori,
- protein 1 gram
- lemak 0,1 gram
- hidrat arang 4,6 gram
- kalsium 50 mg
- fosfor 40 mg
- besi 1 mg
- Vitamin A 130 SI
- Vitamin B1 0,03 mg
- Vitamin C 11 mg Dan 63% bagian dapat dimakan
- Daun seledri juga banyak mengandung apiin, di samping substansi diuretik yang bermanfaat untuk menambah jumlah air seni.

 

Perbedaan Peterseli dan Seledri

Walaupun sama-sama hijau dan berasal dari keluarga yang sama tetapi peterseli berbeda dengan seledri, peterseli berasal dari genus Petroselinum sedangkan seledri berasal dari genus Apium. Dari bentuk daunnya, seledri mempunyai daun yang lebih pipih sedangkan peterseli mempunyai daun yang lebih keriting.

 

Manfaat

Peterseli

Peterseli bukan sekadar dekorasi hidangan atau garnish. Tumbuhan ini merupakan herbal yang memiliki ‘sejuta’ manfaat untuk tubuh. Dr. Denice Moffat, ahli nutrisi dari American Naturopathic Medical Association, mengatakan, peterseli merupakan satu dari tujuh tanaman obat paling mujarab di dunia, selain jahe, oregano, kayu manis, kunyit, sage, dan bubuk cabai merah.

Peterseli segar memiliki sifat untuk metabolisme oksigen. Herbal mengandung antioksidan (vitamin E) yang memiliki peran preventif dalam pembentukan peroksida yang dapat menyebabkan kerusakan biologis untuk sel. Selain itu, peterseli tinggi akan zat besi, daun ‘suci’ Yunani itu juga mengandung kalsium, protein, asam folat, betakarotin, klorofil, zat antoksidan, zat antibakteri, serta vitamin, A, B12, dan C.

Dedaunan ini bisa diandalkan untuk mengatasi berbagai keluhan seperti anemia, gangguan pencernaan, liver, tekanan darah tinggi, kolesterol, ginjal, paru-paru, hormonal perempuan atau gangguan menstruasi, gangguan penglihatan, batuk, demam, mengatur aliran urin dan menghilangkan rasa sakit kandung kemih atau prostat, dan bau mulut.

Konsumsi peterseli bisa dilakukan dengan mencampurnya langsung ke dalam masakan atau sajian jus buah. Untuk terapi kesehatan, bisa juga dengan merebusnya. Demi menjaga kesegarannya, peterseli boleh dibekukan. Cuci bersih, iris halus dan simpan di lemari pendingin.

Namun perlu diketahui, peterseli tak baik jika dikonsumsi berlebihan, kandungan minyaknya bersifat toksik, dapat menyebabkan keracunan. Khusus bagi wanita hamil dan menyusui tak dianjurkan, sebab dapat menyebabkan kontraksi rahim. Demikian juga dengan penderita gangguan ginjal, karena dapat mengiritasi jaringan ginjal.

Berikut beberapa pemanfaatan daun peterseli :

Pereda batuk dan demam
Caranya dengan merebus 15 gram daun peterseli bersama 2 gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Kemudian dinginkan dan saring. Minum air saringan itu sekaligus, untuk meredakan batuk serta demam Anda.

Kulit berminyak
Air perasan peterseli juga bermanfaat menjaga kestabilan kandungan minyak bagi Anda yang memiliki kulit berminyak. Caranya, lumatkan peterseli segar dengan sendok kayu hingga keluar cairan atau sarinya. Campurkan dengan satu sendok madu. Lalu oleskan pada kulit wajah, diamkan selama 20-30 menit dan basuh dengan air hangat. Bilas lagi dengan air dingin dan keringkan dengan handuk. Lakukan setiap hari.

Menyegarkan napas
Kunyah peterseli segar.

Mengeluarkan toksin dan mengatasi sembap
Buat teh peterseli dengan cara berikut : seduh 1/4 cup daun peterseli dengan 1 cup air mendidih. Diamkan 5 menit. Saring. Beri gula sesuai selera.

Penderita Ginjal
Minum rebusan peterseli bisa berfungsi membersihkan racun, garam dalam ginjal serta menyaring darah dengan membuang garam, racun yang tidak dibutuhkan lagi dalam tubuh kita dengan seiring perjalanannya waktu, akan terjadi akumulasi racun-racun yang menumpuk.
Untuk merawat kerja ginjal : ambillah seikat peterseli, cuci bersih dan dipotong-potong, dan 20 gr batang rumulus taxilli (benalu) masukan dalam panci email rebus hingga mendidih, 10 menit setelah anget-anget diminum 2 X 1 gelas selama 10 hari. Pasti hasilnya akan bisa dirasakan.

Penurun kolesterol dan asam urat
Ambil 10 lembar daun salam, 30 gr Anco (Fructus Jujubae), 5 gr kayu manis. Direbus dengan air 1,5 lt air hingga menjadi 750 cc, diminum untuk pagi dan sore.

 

Seledri

Sama halnya dengan peterseli, seledri juga mempunyai khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit tetapi jika digunakan secara berlebihan akan berbahaya seperti halnya peterseli. Seledri sudah lama dikenal sebagai obat hipertensi. Tanaman yang juga terlihat cantik jika ditanam dalam pot ini lebih dulu dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Daun seledri biasa dipakai untuk memperkaya cita rasa sajian atau kaldu. Sup kacang merah dan bubur ayam kurang lengkap rasanya jika tanpa taburan daun seledri di dalamnya. Di Eropa, batang seledri yang besar sering dibuat sebagai salad dengan saus mayones atau bechamel (saus berbahan dasar susu) sebagai isi roti sandwich.

Berdasarkan penelitian, seledri mengandung natrium yang berfungsi sebagai pelarut untuk melepaskan deposit kalsium yang menyangkut di ginjal dan sendi. Ia juga mengandung magnesium yang berfungsi menghilangkan stres. Daun seledri mengandung protein, belerang, kalsium, besi, fosfor, vitamin A, B1 dan C. Berdasarkan hasil penelitian, seledri juga mengandung psoralen, zat kimia yang menghancurkan radikal bebas biang penyebab kanker.

Berikut beberapa pemanfaatan daun seledri :

Hipertensi
Cuci 100 gr seledri seutuhnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 cangkir air, lalu peras dan saring. Selanjutnya tim sampai mendidih. Setelah dingin, bagi untuk 2 kali minum, pagi dan siang hari. Atau cuci 16 batang seledri seutuhnya sampai bersih dan potong-potong secara kasar, lalu masukkan ke dalam panic email. Tambahkan 2 gelas air bersih lalu rebus sampai airnya tersisa ¾ nya. Setelah dingin, airnya diminum dan seledrinya dimakan. Lakukan 2 kali sehari, masing-masing separuhnya.

Sakit mata kering
Makan daun seledri sebagai lalapan segar bersama-sama dengan makan nasi. Lakukan tiap hari. Cuci daun seledri, daun bayam dan daun kelor (Moringan oleifera lamk.) masing-masing 1/3 genggam sampai bersih, lalu giling sampai halus. Tambahkan garam dapur seujung sendok tea dan ¾ cangkir air masak. Remas campuran ini sampai rata, kemudian peras dan saring. Minum air perasannya sekaligus, lakukan 3 kali sehari.

Reumatik
Bahan : 1 tangkai daun seledri.
Cara menggunakan : dimakan sebagai lalapan setiap kali makan atau bisa juga dengan cara memotong 1 genggam daun dan batang seledri kecil-kecil, lalu rebus dalam 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminun sekaligus

Bronkitis
Cuci 60 gr seledri segar, 10 gr kulit jeruk mandarin kering dan 25 gr gula aren sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah dingin saring dan air saringannya dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari, masing-masing ¾ gelas.

Batuk
Cuci 30 gr seledri segar seutuhnya, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya rebus dalam 3 gelas air bersih. Setelah dingin, saring dan tambahkan madu secukupnya. Gunakan ramuan ini untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari.

Kolik, sakit perut setelah melahirkan
Sediakan 60 gr seledri segar seutuhnya, 1 ruas jari tangan jahe merah dan sepotong gula aren. Cuci bahan-bahan tersebut dan potong-potong seperlunya, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus.

Psoriaris, alergi
Sediakan 2 batang seledri, 3 buah wortel ukuran sedang dan 1 buah bit ukuran sedang. Cuci bahan-bahan tersebut, lalu dijus. Minum jus tersebut sekaligus waktu perut kosong. Lakukan 2 kali sehari

Menurunkan kadar kolesterol yang tinggi
Cuci 30 gr akar seledri sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus.

Penyubur rambut
Cuci 7-10 tangkai daun seledri sampai bersih, lalu tumbuk halus. Setelah dikeramas, gosokan tumbukan daun seledri tersebut ke kulit kepala dan rambut secara merata sambil dipijat ringan. Setelah selesai, bungkus rambut dengan handuk selama kurang lebh 1 jam. Selanjutnya, bilas rambut dengan air bersih. Lakukan seminggu sekali.

 

Sumber :

1 2 3 4 5 6 7 8 9

About these ads

11 responses to “Peterseli & Seledri — Si Hijau yang Kaya Manfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s